Minggu, 12 Desember 2010

Istriku berselingkuh

Kehidupanku berumah tangga dalam hal materi bisa dikatakan diatas rata-rata, aku  memiliki rumah yang cukup besar dengan kolam renang serta taman yang indah  didaerah Elite Surabaya, Istriku Anik memiliki toko pakaian semacam boutik di  Tunjungan Palasa dan aku sendiri Freddy sebagai kepala cabang sebuah bank devisa  Swasta yang besar. Setiap hari kami berangkat dengan kesibukan masing-masing,  Istriku mengendarai mobil civic sport dan aku mempergunakan mobil kantor. Untuk menambah kegiatan dan menjaga bentuk tubuhnya,istriku mengikuti kursus  senam dan aku terkadang mengantarnya jika kebetulan hari libur. Aku sangat  menyayanginya.
Dalam kehidupan sexual istriku orangnya sangat agresif dan aku sering  tidak mampu menguasai keadaan, kondisi ini sudah teridentifikasi semasa pacaran,  istriku mudah sekali terangsang. Saat menikah dia masih dalam kondisi virgin,  karena pada masa pacaran aku takut merusaknya. Setelah menikah istriku semakin  naik temperamen sexnya, sering dia meminta hal-hal yang aneh seperti oral sex,  tapi aku menolaknya dengan halus, sehingga hubungan sex kami berjalan  normal-normal saja, dia dibawah dan aku diatas beres. Sehingga sering sekali dia  merasa kurang puas akhirnya uring-uringan. Akhirnya aku punya beban pikiran  tentang sex dan aku beranggapan sex merupakan siksaan bagiku, aku menderita  ejakulasi dini. Kondisi ini tambah membuat istriku senewen rupanya karena setiap  aku melakukan hubungan sex tidak dapat bertahan lama spermaku sudah menyembur  pada vaginanya. Untuk memperkecil kekecewaan ditumpahkan pada pekerjaan sebagai  pemilik boutik tersebut dan aku membiarkan saja, sampai 2 anakku lahir lucu dan  indah rasanya dunia ini.

Walaupun sudah beranak dua badan istriku tidak berubah, tingginya 165  Cm dengan pinggang yang ramping dan dada menonjol ukuran 36C serta leher jenjang  dan mata lentik, membuat lelaki ingin berkencan dengannya jika dilirik, hal itu  sempat membuatku was-was.
Pada waktu makan siang aku dikejutkan oleh berita dari teman kantorku  yang centil dan biang gossip Wenny namanya, dia mengatakan pernah menjumpai  istriku berjalan mesra dengan lelaki kerempeng serta rambut keriting keluar dari  mall. Aku tidak percaya begitu saja omongan si biang gossip karena selama ini  perlakuakn istriku tidak berubah dan semakin sayang saja aku padanya. Dikantor Aku terkenal pendiam dan jarang sekali bersenda gurau dengan bawahanku,  bahkan sekretarisku sempat mengatakan pada temannya bahwa aku orang yang frigid  dan sulit terangsang. Di ruanganku terdapat satu sekretaris keturunan cina masih  muda sekali sekitar 23 tahun Liem Fei namanya, dia menjadi seketaris sejak  direktur sebelum aku, dandanannya cukup berani dengan rok mini 15 cm kira-kira  diatas lutut dan kulitnya putih bersih, sering sekali menggoda pandanganku  dengan menyilangkan kakinya bergantian sehingga sesekali terlihat pangkal  pahanya yang menonjol, tapi itu tak membuatku tertarik. Bahkan jika dia  menyodorkan surat untuk kutanda tangani tak segan-segan dia datang padaku sambil  membungkuk dan mata nakalku mencuri pandang pada belahan dadanya yang ranum,  maklum belum menikah sih, kadang terbit watak nakalku ingin menyentuh daging itu  tapi kuurungkan niatku.
Aku ditugaskan ke Jakarta oleh Pusat untuk rapat dan laporan setengah  tahunan selama lima hari dan istriku sudah hafal dengan kondisiku, aku memang  sering pergi ke Jakarta untuk urusan semacam itu, tapi pagi ini kelihatan sekali  berubah, istriku mempersiapkan kepergianku dengan senang dan bahagia,  cepat-cepat kutepis prasangka burukku. Aku berangkat ke bandara dengan mobil  kantor sedangkan istriku berangkat ke tokonya.
Urusanku di Jakarta dapat kuselesaikan lebih cepat dari rencana, hanya  3 hari berarti sesuai dengan ijinku aku dapat santai dirumah 2 hari lumayan,  waktu ini akan aku pergunakan untuk istirahat dan mengurus kebun yang menjadi  salah satu hobbyku saat libur bekerja. Aku mengambil penerbangan jam 08.30 agar  sampai dirumah tidak terlalu siang. Sampai dibandara aku langsung menuju tempat  parkir kendaraan kulajukan dengan cepat agar sampai dirumah. Sesampai didepan  rumah tak kulihat siapa-siapa, aku berfikiran bahwa istriku sedang di tokonya,  akan kujemput biar dia terkejut pikirku, tetapi kuperhatikan pintu garasi agak  membuka sedikit. Kendaraanku urung kumasukkan aku. Aku berjalan perlahan  mendekati pintu pagar, kulihat terkunci, dengan kunci duplikat yang kumiliki aku  membukanya dan perlahan aku masuk lewat pintu garasi yang terbuka kulihat  dibelakang kendaraan istriku ada panter warna merah metalik, "Mobil siapa ya,  seingatku saudara-saudaraku atau saudara istriku tak punya mobil seperti itu",  tanyaku dalam hati. Aku mendekati mobil tersebut dan "Klek" ternyata Panther  merah ini tidak terkunci aku membuka-buka laci untuk mencari petunjuk pemilik  kendaraan tersebut. Dan,….. kutemukan kartu anggota Club senam dengan identitas  pemilik bernama "Darwis" dengan alamat Jl. Semanggi Dalam 73. Cepat cepat  kusalin alamat tersebut dalam notes kecilku. Kedua anakku memang liburan sekolah  dia berlibur dirumah neneknya seminggu yang lalu. Dengan berjalan mengendap  terus aku perhatikan sekeliling rumahku, kudengar suara renyah tawa istriku  dibelakang dan sesekali erangan manja.. Aku berjalan mendekati suara itu, dengan  mengintip sekeliling akhirnya aku sempat terkejut dibuatnya. Melalui kisi-kisi  pintu garasi kulihat dengan jelas kearah kolam renang ada 2 makhluk berlainan  jenis sedang bercanda mesra dia adalah istriku Anik dengan lelaki yang sesuai  dalam foto kartu anggota senam dan cerita temanku Wenny. Hatiku panas  melihatnya, Anik dengan memakai pakaian renang mini hanya menutup payudara dan  memeknya saja sedangkan darwis mempergunakan celana renang kecil mirip CD.  Mereka berdua asyik sambil berlari mereka menceburkan diri kemudian berbalik  minum dan saling berbincang. Kulihat anik merapatkan duduknya pada darwis dan  setelah bercakap sebentar tangan darwis menggelitik pinggang Anik, dia  menggelinjang sambil mendesah "Ampun wis,… lepaskan geli nih,…..." pintanya,  sementara tangan darwis terus mengucek pinggang Anik yang ramping. Anik semakin  menggelayut manja pada Darwis dan kesempatan ini tidak diais-siakan oleh darwis  dengan memeluk serta mengulum mulut Anik yang ranum. Aku jadi semaki panas  melihat adegan ini. Kuperhatikan terus mereka sambil menahan panas hati yang  semakin membara. Kulihat tangan darwis semakin berani mengelus seluruh tubuh  istriku, kini istriku tidur dipangkuan darwis sementara mulut darwis tidak lepas  dari mulut istriku. Anik menjadi-jadi dibiarkannya tangan darwis menyelusuri  payudaranya yang ranum anik mengangkat dadanya tinggi-tinggi sehingga tangan  darwis berhasil menyusup dibelakang pinggang anik dan melepas pengait Bhnya,  Anik tergolek hanya dengan memakai Celana Dalam saja. Kuperhatikan dari jauh  nampak tubuh anik yang mulus dengan payudara mencuat dan pentilnya menonjol  merah kecoklatan ditimpa tangan Darwis yang kecil hitam dan berbulu kontras  sekali. Aku secara tidak sadar mulai terangsang juga melihat mereka berdua yang  semakin menjadi-jadi,mulut darwis menyusuri seluruh lekuk tubuh Anik dan aniknya  semakin menggelinjang tak menentu. Mulut Darwis berhenti pada putting susu anik  dan diisap-isap seperti bayi kelaparan sedangkan tangannya tak berhenti pada  pinggang saja terus bergerak tiap Cm kulit halus Anik aku semakin senewn  dibuatnya kupegang penisku mulai mengeras juga melihat adegan gila tersebut.  Semakin lama tangan darwis semakin berani perlahan dimasukkan dalam CD anik dan  diuceknya memek anik. Tangan kecil hitam dan berbulu tersebut kini tenggelam  dalam memek anik. Tali pengait Cd dipianggang ditarik keras oleh darwin dan kini  aku juga jelas melihat Anik tidur terlentang dengan tanpa busana, sesaat Darwis  memandang penuh kekaguman tubuh putih mulus dengan buah dada besar bergoyang  serta bulu memek cukup lebat hitam dan keriting dan mata anik terpejam pasrah..  Tidak menunggu lama, tangan darwis memegang dua lutut Anik dan merenggangkannya,  sehingga tampak jelas daging kecil merah ditengah memek Anik, dan Darwis mulai  menjilati dengan rakus. Anik semakin menggelinjang merasakan ulah darwis.  Dijulurkan lidahnya memasuki lubang memek yang membasah, Anik mengangkat  pantatnya tinggi-tinggi saat mulut darwis manjauhi memeknya seakan anik tidak  rela mulut Drawis menjauh dari memeknya.. Tak lama kemudian Anik bangun dan  mendorong Drwis untuk tidur, anik mulai merayap pada tubuh darwis yang kurus  diciuminya drwis menyeluruh dari mulut sampai dada, mulut Anik terus menjalar  keperut sementara tanganya menuju CD darwis, dielusnya perlahan dari luar  kemaluan darwis dan menggelinjang. Tangan anik menarik keras CD Darwis dan  kulihat kemaluan darwis berdiri tegak menantang, aku terkejut juga melihat  ukurannya, darwis yang orangnya kecil ukuran kemaluannya luar biasa pajnag dan  besarnya kuperkirakan 22 CM sedangkan tangan istriku mulai mengocok turun naik.  Kemaluan darwis tidak dapat digenggam semua oleh Anik. Anik sambil mengocok  memandangi kemaluan darwis dengan kagum dan mulut yang tak henti mendesah. Tanpa  membuang waktu lagi mulut anik maju menelungkupi kemaluan darwis, tapi sayang  mulut mungil itu tak sanggup menampung kemaluan yang membonggol, dipaksakannya  mulut mengulum tapi tetap tak bisa akhirnya hanya kepala dan sebagian kemaluan  yang berhasil tenggelam dalam mulut Anik. Telur kemaluan tak lepas dari jilatan  lidahnya, kulihat gerakan tubuh darwis mulai tak beraturan, dan akhirnya Anik  mengambil inisiatif dengan memegang kepala kemaluan darwis diarahkan kememeknya  dan anik dalam posisi diatas menduduki paha darwis. Anik berusaha memasukkan  semua bagian milik darwis hal itu kuliat dari kesungguhannya dalam menuntun  kemaluan darwis menuju lubangnya. Dengan setengah menjerit kudengar anik  berhasil. Saat pantat anik naik kulihat lubang memeknya seolah mau ikut keangkat  karena terbebani olah kemaluan yang begitu besar. Sambil meringis anik mulai  menggerakkan pantatnya cepat-cepat dan,……. "Ahhhhh,….ennngggghhhhh, ……Sszzzzzztttttttt" `Kudengar juga suara kecipak kelihatannya memek anik sudah banjir,  tapi darwis masih senyum-senyum saja melihat ulah anik yang menggila. Aku jadi ndak betah, cepat-cepat kukeluarkan kemaluanku dan kuelus sebentar  kiranya spermaku sudah mucrat keluar, sambil kupandangi kemaluanku dan  kubandingkan, jauh sekali dengan milik Darwis, makanya istriku tergila-gila  padanya.
Kini istriku dalam posisi nungging sementara darwis asyik memegang pinggul serta  meremasnya sambil menyodok-nyodokan penisnya keras-keras pada memek anik lewat  belakang, aku jadi senewen, kenapa darwis bisa sekuat itu, padahal aku cujman  lima kali keluar masuk udah bubar. Kulihat butir-butir keringat istriku meleleh  rata ditubuhnya, akhirnya kulihat anik berbalik ditariknya keluar penis darwis ,  dikocok dan dikulumnya lagi sambil mmulutnya tetap berguman,……. Darwis berteriak,… dan,…. Kusaksikan mulut anik penuh dengan sperma darwis dan  ani masih terus mengocoknya,……..
Mulut itu masih tetap menjilat dan membersihkan sperma dengan rakus,……. Setelah  bersih barulah anik tersenyum dan darwis memeluknya,…… Aku jadi bingung dan,…. Cepat-cepat aku ke kendaraan untuk kembali  kekantor,….pikiranku suntuk, tak kusangka anik gila dengan penis besar,………
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar